banner 728x250

Jalan BKKD Ngampal Baru Seumur Jagung, Sudah Ambles dan Mengelupas

Time.i-news.site/, BOJONEGORO — Proyek peningkatan jalan desa di Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, kembali menjadi perbincangan publik. Jalan aspal yang dikerjakan melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai hampir Rp2 miliar itu dilaporkan mengalami kerusakan meski usianya baru sekitar satu bulan.

 

Sejumlah titik pada badan jalan terlihat ambles. Permukaan aspal mengelupas dan butiran agregat muncul ke atas. Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga karena jalan itu merupakan akses vital penghubung antar-dusun yang setiap hari dilalui masyarakat.

 

Pengamat teknis konstruksi, Zuhdan Haris Zamzami, menilai kerusakan dalam waktu singkat menjadi sinyal adanya persoalan serius dalam pekerjaan.

 

“Jika secara struktur sudah gagal dalam waktu sangat cepat, maka yang perlu diuji bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga spesifikasi teknis, volume pekerjaan, hingga mutu materialnya,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

 

Ia menambahkan, amblesnya badan jalan bisa mengindikasikan lemahnya pondasi atau ketidaksesuaian metode pelaksanaan. Bila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pengurangan spesifikasi atau penggunaan material di bawah standar kontrak, maka persoalan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara.

 

Merespons laporan masyarakat, tim dari Inspektorat Kabupaten Bojonegoro bersama Dinas PU Bina Marga Bojonegoro turun langsung melakukan monitoring dan pengecekan fisik di lokasi.

 

Sekretaris Inspektorat Bojonegoro, Didit Sugiarto, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat karena kerusakan terjadi dalam waktu yang dinilai tidak wajar.

 

“Kami melakukan pengecekan langsung bersama tim teknis. Informasi awal menyebutkan jalan sudah rusak, padahal baru selesai dikerjakan,” jelasnya.

 

Hasil pantauan sementara menunjukkan jalan sepanjang kurang lebih 1.180 meter tersebut tidak lagi dalam kondisi prima. Bahkan pada ruas sekitar 50 meter, kerusakan tampak lebih parah dibanding titik lainnya.

 

Kini masyarakat menunggu hasil audit menyeluruh, termasuk pemeriksaan dokumen RAB, kontrak kerja, serta uji laboratorium material. Publik berharap penanganan tidak berhenti pada tambal sulam semata, melainkan dibarengi transparansi dan pertanggungjawaban apabila ditemukan pelanggaran.

 

Proyek bernilai miliaran rupiah yang rusak dalam hitungan minggu tentu bukan persoalan ringan. Kejelasan hasil pemeriksaan akan menjadi penentu arah penanganan selanjutnya. (*****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *