
Time.i-news.site/, BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur irigasi sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga dirancang sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan musim dan iklim.
Hingga akhir tahun 2025, progres pembangunan menunjukkan capaian signifikan. Pembangunan jaringan irigasi telah menjangkau 108 desa di Kabupaten Bojonegoro, sementara rehabilitasi dilakukan di 11 desa yang dinilai strategis.
Dari total pelaksanaan program, sebanyak 72 titik pembangunan dan 4 titik rehabilitasi jaringan irigasi telah rampung 100 persen. Adapun total panjang jaringan irigasi yang berhasil dibangun dan diperbaiki mencapai 14.851,80 meter.
Capaian tersebut turut meningkatkan kualitas jaringan irigasi dengan kategori “Baik”, dari sebelumnya 190.513,08 meter menjadi 205.364,88 meter.
Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Helmy Elisabeth, menegaskan bahwa ketersediaan air merupakan faktor utama dalam menjaga stabilitas produksi pangan di daerah.
“Irigasi yang memadai adalah fondasi pertanian. Kami ingin petani tidak lagi cemas terhadap ketersediaan air, baik saat musim hujan maupun kemarau. Jika pasokan air lancar, maka produktivitas panen juga akan lebih stabil,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan, percepatan pembangunan irigasi memberikan dampak langsung bagi petani, khususnya dalam menghadapi musim kemarau. Ketersediaan air yang terjaga mampu menekan risiko gagal panen sekaligus meningkatkan intensitas tanam.
Dengan sistem irigasi yang lebih optimal, petani kini berpotensi meningkatkan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun. Selain itu, ketergantungan terhadap pompa air manual maupun irigasi darurat yang memerlukan biaya tinggi juga dapat diminimalkan.
Stabilnya produksi pertanian diharapkan semakin memperkuat posisi Bojonegoro sebagai daerah yang mampu memenuhi kebutuhan pangan dari hasil produksi lokal.
Helmy menambahkan, pembangunan jaringan irigasi merupakan investasi strategis yang tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan.
“Infrastruktur air yang andal akan meningkatkan volume dan kualitas hasil panen, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. Kami berkomitmen melanjutkan pembangunan secara terukur dan merata melalui kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tidak hanya memperbaiki saluran air, tetapi juga memperkuat fondasi kemandirian pangan daerah di tengah dinamika ekonomi nasional dan perubahan iklim.














