banner 728x250

Hujan Deras Disertai Petir Picu Banjir Sementara di Kembangan, Jakarta Barat

Hujan Deras Disertai Petir Picu Banjir Sementara di Kembangan, Jakarta Barat

Jakarta, 12 Januari 2026 — Hujan deras disertai petir melanda kawasan Kembangan, Jakarta Barat pada Senin pagi (12/01/2026), mengakibatkan banjir sementara di sejumlah titik utama wilayah tersebut. Intensitas hujan yang tinggi sejak awal pagi membuat permukaan air menutup sebagian ruas jalan, mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas warga.

Berdasarkan laporan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jabodetabek termasuk Jakarta Barat diprakirakan mengalami hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pagi hari tadi, sebagai bagian dari pola cuaca ekstrem yang tengah berlangsung. Prakiraan ini dikeluarkan BMKG dalam peringatan dini cuaca pada Senin pagi dan berlaku di sejumlah wilayah administratif DKI Jakarta.

Akibat hujan deras tersebut, sejumlah titik di Kembangan mengalami genangan air setinggi beberapa puluh sentimeter, terutama di area jalan utama dan persimpangan wilayah yang drainasenya kurang optimal. Air hujan yang menumpuk sempat melambatkan arus kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari. Warga setempat juga melaporkan kilat dan suara petir yang menggema beberapa kali selama hujan deras berlangsung.

“Saya terpaksa berhenti beberapa menit karena jalan tergenang air. Petir juga cukup sering menyambar, membuat banyak warga memilih berteduh dulu sampai hujan reda,” ujar seorang warga di Kembangan yang enggan disebutkan namanya.

Petugas BPBD setempat dikerahkan untuk melakukan pemantauan sekaligus membantu proses evakuasi kecil di titik-titik genangan yang dianggap berpotensi membahayakan. Hingga saat berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa atau luka akibat bencana ini, namun pihak berwenang tetap menghimbau warga untuk lebih waspada terhadap kemungkinan genangan baru dan kondisi cuaca ekstrem sepanjang hari.

Pemerintah Kota Jakarta Barat mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan menyiapkan langkah antisipatif guna meminimalisir dampak lanjutan dari hujan lebat, termasuk kemungkinan banjir susulan di daerah rendah atau berkaitan dengan sistem drainase yang padat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *