
Serang, Banten — Curah hujan yang deras dan tinggi mengakibatkan banjir melanda kawasan wisata religi Banten Lama, tepatnya di komplek makam Syekh Sultan Maulana Hasanuddin (Pangeran Sabakingking), pada Jum’at, 2 Januari 2025. Banjir tersebut merendam hampir seluruh area makam hingga Masjid Agung Banten yang berada di kawasan Keraton Surosowan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, air mulai menggenangi kawasan sejak pagi hari setelah hujan turun dengan intensitas tinggi selama beberapa jam. Tingginya debit air menyebabkan genangan setinggi lutut orang dewasa, sehingga mengganggu aktivitas peziarah dan pengunjung yang datang ke lokasi wisata religi tersebut.
Sejumlah peziarah terpaksa membatalkan kunjungan, sementara sebagian lainnya memilih berteduh di area yang lebih tinggi. Warga sekitar bersama petugas pengelola kawasan tampak melakukan upaya pembersihan serta pengamanan di sekitar area makam dan masjid.
Pengelola kawasan wisata religi Banten Lama menyebutkan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan yang tinggi serta sistem drainase yang belum mampu menampung debit air secara maksimal.
“Hujan deras yang turun sejak pagi menyebabkan debit air meningkat dengan cepat. Akibatnya, kawasan makam dan Masjid Agung Banten terendam. Kami langsung berkoordinasi dengan petugas terkait untuk melakukan penanganan dan pembersihan,” ujar salah satu pengelola kawasan Banten Lama.
Ia juga mengimbau para peziarah untuk sementara waktu menunda kunjungan hingga kondisi benar-benar aman.
“Kami mengimbau masyarakat dan peziarah agar lebih berhati-hati, terutama saat hujan deras. Keselamatan pengunjung menjadi prioritas kami,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air di sejumlah titik mulai berangsur surut seiring berkurangnya intensitas hujan. Petugas masih terus melakukan pemantauan serta pembersihan sisa lumpur di area makam dan Masjid Agung Banten.




