banner 728x250

Pembangunan Gapura Rp2,4 Miliar Tuai Sorotan, Jalan Rusak di Tangerang Dibiarkan

Pembangunan Gapura Rp2,4 Miliar Tuai Sorotan, Jalan Rusak di Tangerang Dibiarkan

Tangerang — Pembangunan gapura selamat datang di pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang yang menelan anggaran hingga Rp2,4 miliar menuai kritik dari berbagai elemen masyarakat. Di tengah proyek tersebut, kondisi jalan rusak dan berlubang masih dibiarkan tanpa penanganan serius di sejumlah wilayah Tangerang.

Gapura di buat namun jalanan hancur dibiarkan

Kerusakan jalan terpantau di berbagai titik, mulai dari Sepatan, Pakuhaji, Sangyang, Pasar Kemis, Priuk Kecamatan Karawaci, Cikupa, Balaraja, hingga Rajeg. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya prioritas pembangunan infrastruktur dasar.

Tokoh masyarakat Pasar Kemis, H. Ahmad Sulaiman, menyayangkan kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak pada kebutuhan rakyat.

“Kami tidak menolak pembangunan gapura, tapi jangan sampai yang sifatnya simbolik justru didahulukan, sementara jalan yang setiap hari dilalui masyarakat rusak parah dan membahayakan. Ini soal keselamatan warga,” tegasnya.

Senada, Ketua LSM Pemantau Kebijakan Publik Tangerang Raya, M. Ridwan, menilai penggunaan anggaran perlu dipertanyakan secara terbuka.

“Anggaran miliaran rupiah untuk gapura bisa disetujui, tapi perbaikan jalan seolah tidak dianggap penting. Kami mempertanyakan di mana fungsi perencanaan dan pengawasan pemerintah daerah,” ujar Ridwan.

Ia juga menyoroti penggunaan APBN dan APBD yang setiap tahun dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.

“Setiap tahun anggaran infrastruktur ada. Kalau jalan masih hancur dan berlubang, berarti ada persoalan serius dalam tata kelola anggaran. Pemkot dan Pemkab Tangerang harus transparan kepada publik,” tambahnya.

LSM bersama tokoh masyarakat mendesak Pemkot Tangerang dan Pemkab Tangerang agar segera melakukan evaluasi menyeluruh, membuka data anggaran secara transparan, serta memprioritaskan perbaikan jalan yang berdampak langsung pada aktivitas dan keselamatan warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kota Tangerang maupun Pemerintah Kabupaten Tangerang terkait keluhan masyarakat dan kejelasan anggaran perbaikan jalan di wilayah terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *