banner 728x250

Proyek Jalan BKKD Mlinjeng Disorot, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan

Time.i-news.site/Bojonegoro 27/03/2026 – Proyek pembangunan jalan BKKD di wilayah Mlinjeng, Kecamatan Sumberjo, Kabupaten Bojonegoro, menuai sorotan dari masyarakat. Jalan yang belum lama selesai dikerjakan itu dilaporkan telah mengalami sejumlah kerusakan di beberapa titik.

 

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi permukaan jalan tampak tidak sepenuhnya mulus. Sejumlah bagian terlihat retak dan pecah, bahkan ada titik yang telah mengalami perbaikan dengan tambalan aspal. Namun, tambalan tersebut dinilai belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh karena hanya menutup bagian permukaan.

 

Warga setempat mengaku mulai merasakan kekhawatiran atas kualitas pembangunan jalan tersebut. Pasalnya, kerusakan muncul dalam waktu relatif singkat sejak proyek dinyatakan rampung.

 

“Kalau baru selesai tapi sudah ada yang retak dan ditambal, tentu jadi pertanyaan besar soal kualitasnya,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain retakan, di beberapa titik juga ditemukan bagian jalan yang tampak mengalami kerukan sebelum akhirnya dilapisi kembali dengan aspal. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa terdapat persoalan pada proses pengerjaan maupun kualitas material yang digunakan.

 

Diketahui, proyek pembangunan jalan tersebut menelan anggaran sekitar Rp2,38 miliar. Dengan nilai tersebut, masyarakat berharap hasil pembangunan dapat memberikan kualitas yang baik serta memiliki daya tahan jangka panjang.

 

Warga menilai, pembangunan infrastruktur seharusnya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi juga pada mutu dan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.

 

“Jalan ini digunakan jangka panjang. Harusnya dikerjakan dengan standar yang baik agar tidak cepat rusak,” tambah warga lainnya.

 

Seiring munculnya berbagai keluhan, masyarakat mendorong pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Pemeriksaan terhadap kualitas pekerjaan, mulai dari spesifikasi material hingga proses pelaksanaan di lapangan, dinilai penting untuk memastikan kesesuaian dengan ketentuan teknis.

 

Selain itu, transparansi dari pelaksana proyek dan instansi terkait juga diharapkan dapat memberikan kejelasan atas kondisi yang terjadi.

 

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai temuan kerusakan tersebut. Namun demikian, perhatian publik terus meningkat, seiring harapan agar pembangunan yang menggunakan anggaran negara dapat benar-benar memberikan manfaat optimal dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *