
Time.i-news.site/, BOJONEGORO 23 Februari 2026,Pemerintah Desa Buntalan memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyoroti progres pembangunan jembatan desa yang disebut mengalami keterlambatan. Kepala Desa Buntalan, Sujoko, menegaskan bahwa proyek yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Daerah (BKKD) tersebut tidak mangkrak, melainkan menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan.
Menurut Sujoko, lambatnya progres pekerjaan yang baru mencapai sekitar 35 persen dalam kurun waktu empat bulan dipengaruhi oleh keterlambatan pasokan material dari pihak penyedia yang dipercayakan kepada Asia Beton. Selain itu, faktor cuaca juga menjadi hambatan signifikan dalam pelaksanaan proyek.
“Di lapangan sering terjadi hujan dengan intensitas tinggi bahkan banjir, sehingga pekerjaan teknis tidak bisa dilakukan secara maksimal. Ditambah lagi pasokan material yang beberapa kali terlambat datang,” ujarnya saat memberikan keterangan.
Meski demikian, Sujoko memastikan bahwa proyek pembangunan jembatan tetap berjalan dan tidak berhenti. Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) disebut terus melakukan upaya percepatan pekerjaan agar target penyelesaian dapat tercapai.
Ia menegaskan, pihak desa bersama tim pelaksana tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan jembatan tepat waktu, meskipun terdapat kemungkinan penyesuaian jadwal akibat kondisi di luar kendali.
“Timlak tetap berusaha agar pekerjaan bisa selesai sesuai target. Kalau pun ada mundur, diharapkan tidak sampai terlalu jauh dari jadwal yang direncanakan,” tegasnya.
Pemerintah Desa Buntalan juga menyatakan akan meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek, mengingat jembatan tersebut merupakan akses penting bagi mobilitas dan aktivitas masyarakat setempat. Dengan adanya pengawasan dan percepatan pekerjaan, diharapkan pembangunan jembatan dapat segera rampung dan memberikan manfaat bagi warga.












