
Tangerang — Sejumlah warga di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang menyuarakan keluhan serius terkait permasalahan lingkungan dan infrastruktur yang hingga kini dinilai belum mendapatkan penanganan maksimal dari pihak terkait. Keluhan tersebut ramai disampaikan melalui grup Facebook Info Balaraja, yang menjadi satu-satunya wadah warga untuk meluapkan keresahan.
Masalah utama yang dikeluhkan meliputi tumpukan sampah yang tak terangkut serta kondisi jalan yang rusak parah dan berlubang, yang dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Kampung Renged RT 001/002, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. Warga setempat mengaku sudah lama menghadapi persoalan jalan rusak dan pengelolaan sampah yang buruk, namun belum ada tindakan nyata.
“Jalan sudah hancur, kalau hujan jadi kubangan, kalau panas berdebu. Sampah juga sering menumpuk, tapi seolah tidak ada yang peduli,” ungkap salah seorang warga Kampung Renged.
Tak hanya di Kresek, kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain, seperti Rajeg, Mauk, Pasar Kemis, Cikupa, hingga Kukun, Kabupaten Tangerang. Beberapa ruas jalan di daerah tersebut tampak berlubang, bergelombang, bahkan sulit dilalui kendaraan.
Warga menyebut, berbagai keluhan sudah sering diunggah ke media sosial, lengkap dengan foto dan video kondisi lapangan. Namun hingga kini, mereka merasa aspirasi tersebut hanya berakhir sebagai keluhan digital tanpa tindak lanjut nyata.
“Kami hanya bisa curhat di grup Facebook. Tidak tahu lagi harus mengadu ke mana. Pemerintah seperti tutup mata,” tulis salah satu netizen dalam unggahan yang mendapat banyak komentar dukungan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan perbaikan infrastruktur serta penanganan masalah sampah secara serius, demi keselamatan dan kenyamanan warga.












